Penjaringan Data SMP Tahun 2009

Selama kurun waktu 2003-2009 pemerintah telah melaksanakan program DAK bidang pendidikan untuk RKB dan rehab bagi SD di seluruh Indonesia. Untuk menindaklanjuti dan menjamin keberlanjutan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dimana SMP merupakan bagian dari sistem tersebut maka pada tahun 2010 kedepan pemerintah berencana akan melaksanakan program DAK bidang bagi kegiatan Rehab dan RKB untuk jenjang SD dan SMP. Khusus untuk tahuin 2010, prosentase alokasi DAK bidang pendidikan untuk SD dan SMP adalah dengan perbandingan 60% untuk SD dan 40% untuk SMP.



Program DAK 2010 difokuskan untuk peningkatan mutu pendidikan dasar melalui pembangunan Ruang Kelas Baru dalam rangka perluasan akses dan rasionalisasi siswa perkelas 1:32 serta untuk penuntasan rehabilitasi ruang kelas SMP bagi Kabupaten/Kota yang masih memerlukan.

Sebagai dasar penentuan (baseline condition) jumlah kebutuhan program DAK bidang pendidikan bagi pembangunan RKB dan Rehab ruang kelas tersebut maka diperlukan data pendukung yang akurat. Untuk itu dilakukan penjaringan data lengkap dengan agregat sampai ke level sekolah. Penjaringan data ini dimulai pada awal bulan Juli 2009 dan diharapkan akan mendapat hasilnya pada bulan ini juga.
Tujuan umum dari penjaringan data SMP adalah untuk :
  1. Mengetahui data dan informasi terkini pada lingkup sekolah yang berkaitan dengan populasi siswa, jumlah rombongan belajar, jumlah dan sarana serta prasarana belajar masing-masing sekolah, jumlah dan kondisi alat serta media pembelajaran.
  2. Memamfaatkan hasil penjaringan data SMP sebagai dasar dalam penentuan kebijakan termasuk penentuan alokasi dana untuk program DAK.
Sasaran penjaringan data SMP tahun 2009 adalah semua sekolah SMP baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia termasuk SD-SMP Satu Atap.
Adapun hasil yang diharapkan dari penjaringan data SMP adalah :
  1. Data identifikasi sekolah meliputi status sekolah, kategori sekolah serta identitas lain yang ada pada sekolah.
  2. Data jumlah siswa dan rombongan belajar serta perbandingan antara siswa laki-laki dan perempuan di tiap sekolah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
  3. Data jumlah ruang kelas, ruang belajar lain serta ruang penunjang lainnya di tiap sekolah beserta ukuran masing-masing ruang.
  4. Data kondisi & tingkat keruksakan ruang/bangunan di tiap sekolah.
  5. Data luas bangunan dan luas lahan sekolah/Data alat dan media pembelajaran serta kondisi masing-masing alat beserta jenis dan spesifikasinya.

5 komentar:

  1. Mantap bgt mas artikelnya. SMP jg hrs d majukan sistemx lbh tepatny hrs menyeluruh..

    BalasHapus
  2. upami majalengkana ti palih mana kang?

    BalasHapus
  3. @Mr.XXX: Majalengkana di desa Salawangi kec. Bantarujeg.

    BalasHapus