Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

PP No 15 16 dan 17 Tahun 2012 Tentang Kenaikan gaji PNS, TNI dan Polri

gaji-pns Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 15, 16, dan 17 tahun 2012 tentang perubahan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian RI (Polri).

Hore… Gaji PNS dan Pensiun Dibayar Tanggal 26 September 2011

gaji pns Kabar baik untuk para Pegawai Negri Sipil dan Pensiunan bahwa pembayaran yaitu rencananya akan dibayar pada tanggal 26 September 2011.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengungkapkan, dengan adanya cuti bersama terkait Hari Raya Idul Fitri, yang jatuh pada tanggal 29 Agustus dan 1-2 September 2011 maka aktivitas di lingkungan instansi pemerintahan baru dimulai pada 5 September 2011. Pasalnya, tanggal 3-4 September 2011 jatuh pada akhir pekan.

Hasil UN Tingkat SMP/MTs 2011

UN 2011 Inilah pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) 2011tingkat SMP/MTs yang dikutip dari laman DetikNews pada hari ini (1/6/2011).
Sebanyak 3.660.803 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) seluruh Indonesia telah mengikuti Ujian Nasional (UN). Untuk tahun 2011 ini, persentase kelulusan mencapai 99,45 persen.
"Sebanyak 3.640.569 siswa dinyatakan lulus dan sisanya 20.234 siswa dinyatakan tidak lulus," demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2011).
Jumlah siswa yang lulus tersebut terdiri dari siswa SMP sebanyak 2.895.870 orang dan siswa MTs sebanyak 762.469 orang.
Persentasenya yakni kelulusan 99,45 persen dan yang tidak lulus hanya 0,55 persen. Jumlah ini memang sedikit lebih tinggi dari tingkat kelulusan yang mencapai 99,42 persen.
Secara total, ada 45.551 sekolah baik SMP maupun MTs yang mengikuti UN tahun ini. Sedangkan total jumlah peserta mencapai 3.660.803 siswa, dengan rincian dari SMP sebanyak 2.895.870 siswa peserta dan dari MTs sebanyak 762.469 siswa peserta.
Dengan nilai akhir rata-rata nasional sebesar 7,56, Provinsi Bali menduduki peringkat pertama dengan nilai rata-rata provinsi terbaik yakni sebesar 8,11. Posisi tersebut disusul oleh Provinsi Sumatera Utara dengan nilai rata-rata 8,04, kemudian provinsi Jawa Timur dengan nilai rata-rata 7,86, lalu Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai rata-rata 7,84, serta provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai rata-rata 7,82.
Sedangkan 3 provinsi dengan nilai rata-rata terendah adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai rata-rata 6,84, Provinsi Bangka Belitung dengan nilai rata-rata 6,76 dan Provinsi Kalimantan Barat dengan nilai rata-rata 6,71.
Sementara Provinsi DKI Jakarta dengan nilai rata-rata 7,19 hanya menduduki posisi 24 dari total 33 provinsi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah peserta yang mengikuti UN sebanyak 134.061 siswa, hanya 7 siswa yang tidak lulus.
Pengumuman kelulusan akan dilakukan oleh masing-masing sekolah pada tanggal 4 Juni 2011.
=======
Sumber: DetikNews

Pusat Informasi dan Humas Kementrian Pendidikan Nasional Gelar Lomba Karya Jurnalistik Bidang Pendidikan

Setelah hampir semingu tak melakukan aktivitas online dikarenakan berbagai kesibukan, banyak sekali informasi penting yang terlewatkan. Kangen akan informasi di bidang pendidikan saya buka web resminya Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), di index berita pada tanggal 01 Maret 2011 ada pengumuman tentang Lomba Karya Jurnalistik Bidang Pendidikan untuk semua wartawan media cetak.

 Barangkali ada diantara rekan wartawan yang belum mengetahui informasinya, saya copas isi pengumumanya di bawah ini:

Hasil UN 2010 SMPN 2 Bantarujeg Kabupaten Majalengka

Seperti pada postingan sebelumnya, bahwa Pengumuman Hasil UN SMP/MTs tahun 2010 telah diumumkan pada hari Kamis (6/5) dan hasil UN SMP/MTs 2010 diumumkan oleh masing-masing sekolah pada Juma’t (7/5) kemarin. Adapun cara pengumuman hasil UN 2010 tergantung sekolah masing-masing ada yang via SMS dengan nomer khusus, melalui situs internet, ada juga yang masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan mengumumkan di papan pengumuman masing-masing sekolah atau dengan amplop tertutup yang diberikan kepada masing-masing wali murid atau dikirim langsung ke rumah peserta UN.

Khusus di SMPN 2 Bantarujeg Kabupaten Majalengka, pengumuman kelulusan UN SMP 2010 diumumkan langsung di sekolah pada amplop tertutup yang diberikan kepada masing-masing siswa, walaupun menurut Kadisdik Kabupaten Majalengka Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd. cara ini tidak boleh dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan beliau menganjurkan untuk memberikan hasil UN 2010 langsung diantarkan ke alamat siswa masing-masing. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan kondisi geografis SMP Negeri 2 Bantarujeg Kabupaten Majalengka yang terletak di daerah yang bisa dibilang “daerah terpencil’ dengan sarana tranfortasi yang langka, daerah yang berjauhan dan ditambah dengan kondisi jalan yang rusak berat terutama jalan antara Desa salawangi dan Desa Cimanggu akibat lalu lintas truk pengangkut batu dari daerah tambang batu di Desa Cimanggu.

Sesuai dengan Standar kelulusan ujian nasioanl pada tahun 2010 dimana siswa dinyatakan lulus apabila memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya, maka hasil UN 2010 SMP Negeri 2 Bantarujeg kabupaten Majalengka adalah: jumlah peserta UN laki-laki 62 siswa, perempuan 73 siswa jumlah keseluruhan sebanyak 135 peserta hasilnya adalah 135 siswa dinyatakan LULUS dan 0 siswa dinyatakan MENGULANG dengan kata lain tingkat kelulusan di SMP Negeri 2 Bantarujeg kabupaten Majalengka adalah 100 %. Siswa yang memperoleh jumlah nilai tertinggi adalah FIFIT FITROTUL FATIMAH dengan jumlah nilai 30,10 dan siswa yang mendapat nilai terendah adalah IKBAL ABDUL LATIF dengan jumlah nilai 22,20.

Adapun rekapitulasi hasil UN 2010 SMP Negeri 2 Bantarujeg adalah sebagai berikut:

HASIL UN 2010 SMPN 2 BANTARUJEG
NILAI
B. IND
B. INGG
MAT
IPA
JML
KLASIFIKASI
B
C
B
C
B
RATA-RATA
7,15
6,28
6,55
6,49
26,37
TERENDAH
4,80
4,20
5,25
4,50
22,20
TERTINGGI
8,60
7,60
8,00
7,75
30,10
STANDAR DEVIASI
0,81
0,65
0,49
0,61
1,75

Akhirnya selamat buat siswa-siswi SMP 2 Negeri Bantarujeg yang telah berhasil/lulus dalam UN 2010 semoga kalian dapat meneruskan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan dapat diterima di sekolah sesuai dengan yang diinginkan.


Pengumuman Hasil UN atau Ujian Nasional 2010 Tingkat SMP/MTs

Pengumuman hasil UN SMP/MTs Tahun Ajaran 2009/2010 diumumkan secara serempak pada hari Kamis Tanggal 6 Mei 2010. Berikut saya kutip informasinya dari situs KOMINFO NEWSROOM Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika :
Sebanyak 3.254.365 siswa atau 90,27 persen peserta Ujian Nasional Utama SMP/MTs/SMPT 2010 dinyatakan lulus, sedangkan siswa yang harus mengulang UN sebanyak 350.798 siswa atau 9,73 persen. Jumlah peserta UN SMP sederajat 2010 sebanyak 3.605.163 orang.

“Angka kelulusan itu jika dibandingkan UN tahun 2009, dengan jumlah peserta 3.441.815 siswa, mengalami penurunan, karena tingkat kelulusan tahun lalu mencapai 95,09 persen,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers tentang hasil UN SMP sederajat di Gedung Kemendiknas RI di Jakarta, Kamis (6/5).
Namun demikian, katanya, sebagaimana pada UN tingkat SMA sederajat, UN untuk siswa SMP sederajat juga ada UN ulangnya, sehinga besar kemungkinan tingkat kelulusan UN SMP juga akan meningkat.
Mendiknas menyebutkan, dari 9,73 persen siswa yang harus mengulang UN, ada beberapa provinsi yang paling tinggi persentase mengulangnya, yakni Nusa Tenggara Timur (39,87 persen), Gorontalo (38,80 persen), dan Bangka Belitung (34,69 persen), sedangkan yang paling kecil adalah Provinsi Bali, hanya 1,4 persen.

Sementara itu persentase siswa yang harus mengulang menurut jumlah mata pelajarannya (MP), katanya, sebanyak 21,19 persen atau 74.317 siswa harus mengulang satu mata pelajaran, 37,14 persen atau sebanyak 130.277 siswa mengulang dua mata pelajaran, 29,41 persen atau 103.185 siswa mengulang tiga mata pelajaran, dan 12,26 persen atau 43.019 siswa mengulang empat pelajaran.
Mendiknas menyebutkan, dari hasil UN SMP 2010 juga diketahui ada sebanyak 561 sekolah atau 1,31 persen yang kelulusannya nol persen dengan jumlah siswa 9.283 orang atau 0,26 persen.
“Kemudian ada sebanyak 17.852 sekolah (41,64 persen) yang kelulusannya 100 persen, dengan jumlah siswa sebanyak 1.116.761 siswa atau 31,32 persen,” kata M. Nuh.

Mendiknas juga mengatakan ada 102 sekolah SMP sederajat yang masuk dalam 102 besar sekolah yang memiliki nilai rata-rata UN tertinggi. Dikemukakan, peringkat pertama adalah SMP Negeri 1 Tulungagung di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dengan jumlah peserta UN sebanyak 394 siswa, tingkat kelulusan 100 persen, dengan nilai rata-rata UN mencapai 9,38.

Kemudian peringkat kedua SMP Negeri 1 Denpasar di Kota Denpasar, Bali, jumlah peserta UN 295 siswa, tingkat kelulusan 100 persen, juga dengan nilai rata-rata 9,38. SMP Negeri 1 Denpasar berada di peringkat dua karena jumlah siswanya lebih sedikit dibanding SMP N 1 Tulungagung.

Peringkat tiga diraih SMP Singapore National Academy Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dengan jumlah peserta satu siswa, tingkat kelulusan 100 persen, dengan nilai rata-rata 9,34.

Kemudian peringkat empat adalah MTs Tanfa’ul Ulum Kapungrembug, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan jumlah peserta 27 siswa, tingkat kelulusan 100 persen, dengan nilai rata-rata 9,32, dan peringkat lima MTs Al Islami Sungai Jepun, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, jumlah peserta empat orang, tingkat kelulusan 100 persen, nilai rata-rata 9,31.

Tiga Siswi Terbaik
Mendiknas Mohammad Nuh pada kesempatan sama mengatakan ada tiga tiga siswa terbaik yang memiliki nilai tertinggi dalam UN SMP sederajat 2010, yaitu 9,95, mereka adalah adalah Fitriyan Dwi Rahayu (siswi SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah), Ni Made Yuli Lestari (siswi SMPN 1 Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali), dan Ni Kadek Indra Puspayant (siswi SMPN 1 Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali).

"Nilai rata-ratanya 9,95, hampir semua mata pelajaran memperoleh nilai 10. Hal yang mengejutkan, para siswa terbaik ini bukan pelajar dari Semarang, DKI Jakarta, atau Surabaya, namun dari sebuah kota kecil. Bapak Presiden mungkin akan telepon ke kepala sekolah dari siswa terbaik itu, dan pemerintah juga dipastikan akan memberikan penghargaan kepada sekolah itu,” katanya.
Ia menambahkan juga bahwa Kemendiknas akan memberikan penghargaan kepada tiga siswa terbaik itu, misalnya dalam bentuk beasiswa, sedangkan untuk sekolah yang berprestasi akan diberikan bantuan pengembangan sekolah, misalnya membangun laboratorium.

Menurut Mendiknas, para siswa yang memiliki nilai tertinggi justru ada di daerah kecil, dan hal itu menunjukkan bahwa prestasi siswa didik tidak ditentukan oleh lokasi sekolah dengan fasilitas sekolah yang lengkap yang biasanya ada di kota-kota besar.
“Artinya lokasi sekolah tidak memberikan jaminan seseorang akan berprestasi, karena terbukti siswa yang terbaik bukan berasal dari ibu kota provinsi,” katanya.

Dikemukakan, hasil UN SMP sederajat 2010 akan diumumkan oleh masing-masing sekolah pada Juma’t (7/5). Para siswa yang harus mengulang UN, katanya, diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi UN ulang yang akan dilaksanakan 17-20 Mei 2010.
"Masih ada 10 hari untuk mempersiapkan diri. Para siswa, juga kepala sekolah, guru dan para orangtua diminta tetap memberikan dukungan, dorongan, dan motivasi, sehingga anak-anaknya bisa sukses," katanya.(T.Ad/ysoel)
=======================================================
Untuk SMP Negeri 2 Bantarujeg pengumunan Kelulusan UN 2010 akan diumumkan besok pada hari Jumat tanggal 7 Mei 2010 di sekolah dengan cara konvensional yaitu melalui amplop tertutup yang akan diberikan kepada masing-masing siswa. Oleh karena itu buat seluruh siswa kelas 9 agar hadir ke sekolah jam 7 pagi untuk menerima hasil kelulusan UN. Mudah-mudahan semuanya pada lulus ya.

Subsidi Bimbingan Teknis Pelaksanaan KTSP Kabupaten Majalengka

Dalam era otonomi pendidikan dewasa ini, guru-guru harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan mutu proses pembelajarannya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai standar pelayanan minimal pendidikan sebagai bekal untuk mencapai penjaminan mutu pendidikan nasional. Untuk itu, maka guru-guru harus memiliki kemampuan :
  1. Menyusun dan melaksanakan KTSP 
  2. Menyusun bahan ajar
  3. Memilih dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai, menarik dan menyenangkan
  4. Mengembangkan media pembelajaran yang sesuai, nenarik dan menyenangkan
  5. Membuat alat peraga yang bermutu 
  6. Melakukan Penelitian Tindakan Kelas Kelas (PTK)
  7. Menyusun laporan hasil PTK sebagai bekal guru yang kompeten dan professional untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BNSP), yang meliputi tujuan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.

Dilain pihak meski sudah cukup banyak kegiatan sosialisai/pelatihan/bimbingan tekhnis pelaksanaan KTSP yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMP maupun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, kegiatan-kegiatan tersebut baru dapat menjangkau sebagian kecil dari seluruh guru SMP di Indonesia. Memperhatikan hal tersebut, agar seluruh SMP di Indonesia dapat mengimplementasikan SI dan SKL dengan baik selambat-lambatnya pada tahun 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi pelatihan/bimbingan tekhnis KTSP harus dilanjutkan, bahkan dengan lebih intensif dengan jumlah sasaran yang lebih banyak.


Dengan diberlakukannya Permen Diknas 22, 23 melalui Permen Diknas 24 tahun 2006, masing-masing sekolah telah memberlakukan KTSP sejak tahun 2006/2997. Sudah barang tentu bahwa sekolah-sekolah belum begitu mapan dalam menerapkan KTSP. Ini disebabkan oleh sosialisasi tentang Permen 22, 23 tersebut belum begitu mantap. Untuk itulah dirasa perlu dilaksanakannya Bimbingan Teknis KTSP untuk sekolah-sekolah secara khusus.



Sehubungan dengan hal tersebut melalui dana dekonsentrasi pada tahun anggaran 2009 yang diberikan oleh pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka telah melaksanakan Kegiatan Subsidi Bimbingan Teknis KTSP untuk wilayah selatan pada hari Kamis (14/01/2010) yang lalu yang bertempat di SMPN 1 Bantarujeg. Adapun sekolah yang mendapat bantuan dana Subsidi Bimbingan Tekhnis KTSP wilayah selatan adalah : SMPN 2 Bantarujeg, SMPN 2 Malausma, SMPN 3 Lemahsugih, SMPN 4 Talaga dan SMPN 3 Banjaran. Mengingat kelima sekolah yang mendapat dana subsidi tersebut termasuk dalam katagori Sekolah Terpencil dengan jarak dan kondisi daerah yang berjauhan maka berdasarkan hasil kesepakatan bersama tempat pelaksanaan kegiatan meminjam tempat di SMPN 1 Bantarujeg dengan alasan letaknya berada ditengah-tengah sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh kelima sekolah tersebut.


Adapun materi dan jadwal kegiatan acara tersebut adalah : Pembukaan, Kebijakan Diknas, Pengembangan Silabus/SKL, Kalender Pendidikan, KKM, Pengembangan RPP, Media Pembelajaran,  Pembelajaran Kontekstual (CTL), Pengembangan Bahan Ajar, Penilaian Berbasis Kelas, Refleksi dan Penutup.



Yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut adalah para Pengawas Dikmen dan Tim Pengembang Kurikulum/DCT Disdik Kabupaten Majalengka yang telah mendapat pelatihan di tingkat Propinsi dan tingkat Nasional yaitu: Drs. Heri Subhiana (Koodinator Pengawas), Yat Wahdiat R. (Pengawas Inti), Sigit Sulistio (Pengawas Inti), Zeinul Islam, M.Pd. (Pengawas Inti) R. Agung (Tim Pengembang Kurikulum/DCT Kabupaten Majalengka). Sedangkan para peserta berjumlah 50 orang guru dari 5 sekolah yang mendapat dana Subsidi Bantuan Tekhnis KTSP masing-masing mengirimkan 10 orang guru.




Secara resmi kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd., dengan turut disaksikan Kasi SMP Drs. Adeng Zaenudin M.Pd., yang juga merangkap sebagai panitia penyelenggara kegiatan, Koordinator Pengawas Dr.s Heri Subiana, M.M., Kepala SMPN 1 Bantarujeg Drs. H. Supra'I, M.Pd., Kepala SMPN 2 Bantarujeg Ending Supardi Putra, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 2 Malausma Sumarno, S.Pd., Kepala SMPN 3 Lemahsugih Humaedi, S.Pd., Kepala SMPN 4 Talaga Abdul Hakim, S.Pd. dan Kepala SMPN 3 Banjaran Saepudin, S.Pd..



Dalam sambutannya, Kadisdik Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd. mengatakan bahwa dengan adanya Subsidi Bimbingan Teknis Pelaksanaan KTSP ini diharapkan agar sekolah dapat mengimplementasikan SI dan SKL dengan baik umumnya di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Majalengka. Menurut beliau Subsidi Bimbingan Tekhnis Pelaksanaan KTSP ini sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.



Disamping memberikan penjelasan tentang adanya perubahan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) menjadi Dinas Pendidikan (Disdik) yang juga diikuti dengan perubahan struktur dan penambahan bidang baru yaitu Mutu Pelayanan Pendidikan (MUTENDIK) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka beliau juga memberikan instruksi kepada para Kepala Sekolah yang hadir saat itu agar 1 minggu kedepan terhitung tanggal 14 Januari 2010, setiap sekolah wajib melengkapi sarana dan prasarana dengan membangun jaringan internet di sekolahnya masing-masing.



Lebih lanjut Bapak Kepala Dinas menjelaskan bahwa dengan tersediaya sarana prasarana internet di sekolah dimaksudkan agar para guru dan siswa melek tekhnologi dan informasi. Hal ini sejalan dengan perkembangan TIK yang semakin mendunia. Apabila sekolah tidak memiliki/tidak menyediakan sarana /jaringan internet, maka guru-guru dan siswa akan gaptek, ketinggalan informasi dan akan menyebabkan kejenuhan dalam KBM.



Sementara itu pada kesempatan yang sama Kasi SMP Disdik Kabupaten Majalengka Drs. Adeng Zaenudin M.Pd. sebagai ketua panitia kegiatan, dalam sambutannya mengatakan bahwa hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah:
  1. Sekolah berhasil menyusun KTSP dengan baik
  2. Sekolah dapat mengimplementasikan SI dan SKL, (KTSP) dengan baik selambat-lambatnya pada Tahun Pelajaran 2009/2010
  3. Sekolah mampu mengembangkan bahan ajar sesuai dengan KTSP
  4. Sekolah mampu mengembangkan pembelajaran kontekstual
  5. Sekolah mampu menembangkan media pembelajaran
  6. Sekolah mampu mengembangkan penilaian berbasis kelas
  7. Sekolah mampu meningkatkan peofesionalisme guru mereka secara berkelanjutan


Dalam kaitannya dengan Ujian Nasional Bapak Kasi SMP Disdik Kabupaten Majalengka Drs. Adeng Zaenudin M.Pd. menjelaskan bahwa UN akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Maret 2010. Setidaknya beliau menegaskan bahwa dalam rangka suksesi UN tahun 2010, ada 5 cara normative untuk suksesi UN. Lima cara normative tersebut adalah :
  1. Peningkatan efektifitas pembelajaran
  2. Penambahan jam pelajaran
  3. Pengayaan
  4. Pra UN 1 da 2 dan
  5. Estimasi soal UN dari Kisi-kisi UN SMP/Mts tahun 2010

Diakhir sambutan beliau mengatakan bahwa pada akhirnya untuk mencapai kesuksesan dalam pencapaian semua Tujuan Instruksional pada khususnya dan Tujuan Pendidikan Nasional pada umumnya, maka harus ada perubahan pola piker (mindset) dari semua yang terlibat pada komponen pendidikan.



Demikian laporan kegiatan Subsidi Bimbingan Tekhnis Pelaksanaan KTSP wilayah selatan Kabupaten Majalengka semoga dengan kegiatan-kegiatan yang bekelanjutan semacam ini bisa meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Majalengka umumnya mutu pendidikan di Indonesia. Semoga… dan tetap semangat!

Trauma Konseling Pasca Bencana Kabupaten Majalengka

Mengawali aktivitas ngeblog saya di tahun 2010 ini saya akan posting tentang kegiatan Training Trauma Konseling Pasca Bencana Propinsi Jawa Barat kegiatan tersebut dilaksanakan mulai sejak Selasa (29/12/2009), hingga sampai dengan Kamis (31/12/2009) yang bertempat di kampus SMPN 1 Bantarujeg. Lho kok baru diposting sekarang? Alasannya karena tepat pada hari kedua kegiatan, saya harus menemani istri berwisata ke Surabaya dan Madura (liburan nih ceritanya, hehe..) bersama rombongan PGRI Cabang Kecamatan Bantarujeg dan KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah) Kabupaten Majalengka selama 4 hari. Jadinya laporan kegiatan yang sudah saya persiapkan tidak sempat saya publish.

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa pada 10 tahun terakhir ini musibah bencana alam yang menimpa Negara kita tidak pernah henti yaitu gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan gunung meletus. Dan yang paling parah tertimpa bencana adalah terjadi di 3 provinsi yaitu provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat dan Jambi, guna membantu mengatasi masalah akibat bencana alam yang terjadinya di tiga provinsi tadi yang telah membawa banyak korban jiwa termasuk pendidik dan tenaga pendidikan, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Dirjen Pendidikan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas melaksanakan salahsatu kegiatan berupa bantuan penanggulangan bencana alam dan kerusuhan/tanggap darurat serta trauma konseling pasca bencana.

Karena sebagian wilayah yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka termasuk daerah rawan bencana alam dan termasuk daerah yang jadi korban bencana alam gempa, seperti halnya dengan wilayah Majalengka bagian selatan yang meliputi Kecamatan Maja, Argapura, Banjaran, Talaga, Cikijing, Cingambul, Bantarujeg, Malausma, dan Kecamatan Lemahsugih. Maka pelaksanaan kegiatan bantuan penanggulangan bencana alam dan kerusuhan!tanggap darurat serta trauma konseling pasca bencana untuk di wilayah Kabupaten Majalengka dipusatkan di wilayah Majalengka bagian selatan.

Sedikitnya 100 orang guru yang terdiri dan guru TK, SD, SMP, SMA dan tiga kecamatan yang meliputi Kecamatan Bantarujeg, Malausma, dan Kecamatan Lemahsugih mengikuti pelaksanaan trauma konseling pasca bencana 2009.








Secara resmi kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd., dengan turut disaksikan Kasi Kursis Dikmen Drs. Adeng Zaenudin M.Pd., yang juga merangkap sebagai panitia penyelenggara kegiatan, Koordinator Pengawas Dikmen Dr.s Heri Subiana, M.M., Kasi Sapras Sahdi Rahdiana, S.Pd. M.Si., Kepala UPTD SMPN 1 Bantarujeg Drs. H. Supra’I, M.Pd., Kepala UPTD SMPN 2 Bantarujeg Ending Supardi Putra, S.Pd.,M.Pd., Kepala SMPN 1 Malausma Aan Sugandi, S.Pd., dan Kepala UPTD SMPN 3 Lemahsugih Humaedi, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kadisdik Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd. mengatakan, kegiatan pelatihan konseling pasca bencana ini dilaksanakan adalah merupakan salahsatu bentuk kepedulian dan pemerintah pusat, melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PPPPTP), Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan (Dirjen PMPTK), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam menangani masalah-masalah yang ditimbulkan akibat bencana alam yang saat ini kerap terjadi di wilayah Indonesia. Tahun ini ada tiga wilayah yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jambi yang baik secara kualitataif maupun kuantitatif cukup signifikan untuk dibantu. Melalui pemberian blokgrant ini diharapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang terkena musibah bencana dapat diringankan bebannya, sehingga layanan masyarakat yang harus mereka laksanakan tidak terganggu. Oleh karena itu saya dan staf yang ada dilingkungan pemkab Majalengka menyampaikan ucapan tenima kasih kepada pemenintah pusat yang sudah memberikan fasilitas, menyediakan anggaran untuk melaksanakan kegiatan pelatihan konseling pasca bencana alam ini.

Meski dalam kejadian musibah bencana alam gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majalengka tidak sampai menelan korban jiwa, akan tetapi diharapkan dengan melalui kegiatan pelatihan seperti ini para peserta pelatihan konseling bisa menyerap ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana menanggulangi bencana alam. Artinya para peserta yang mengikuti pelatihan konseling pasca bencana ini diharapkan sebagai ujung tombak yang dapat memberikan informasi tentang cara penanggulangan bencana alam kepada para pesenta didik dan kepada masyarakat pada umumnya, serta sekaligus tujuannya untuk membantu dan meringankan beban para korban bencana alam yang mengalami trauma.

Berbagai materi dan pola penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan selama dalam pelatihan konseling ini selanjutnya oleh para peserta bisa disampaikan dan dipraktikkan kepada para didik dan kepada masyarakat. Sehingga, seandainya terjadi kejadian bencana alam yang serupa, para peserta pelatihan diharapkan bisa membantu untuk mengantisipasinya, jelas H. Rieswan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama dikatakan panitia kegiatan, Drs. Adeng Zaenudin M.Pd. bahwa pelaksanaan pelatihan konseling pasca bencana ini dilaksanakan pada intinya bertujuan pemberian blokgrant ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan tanggap darurat dan trauma konseling pasca bencana alam di Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jambi bagi pendidik, tenaga kependidikan, siswa, orangtua siswa, dan komite sekolah atau kelompok nasyarakat pendidikan.

“Disamping itu melalui kegiatan pelatihan konseling pasca bencana ini adalah untuk membantu pendidik dan tenaga kependidikan yang mengalami trauma akibat bencana agar mereka dapat menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan trauma konseling di setiap tempat. Terlebih lagi bahwa wilayah Majalengka bagian selatan merupakan salahsatu wilayah yang termasuk daerah rawan terhadap musibah bencana alam. Sehingga, untuk pelaksanaan pelatihan konseling pasca bencana ini kami laksanakan di wilayah Majalengka bagian selatan” jelasnya.

Adapun jadwal kegiatan Trauma Konseling Pasca Bencana adalah kegiatan diawali acara pembukaan dan arahan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Drs. H. Rieswan Graha, M.Pd., dilanjutkan dengan konsep dasar konseling trauma, yang disampaikan oleh Drs. Adeng Zaenudin M.Pd dan berikutnya konseling trauma kedua yang disampaikan oleh Drs Heri Subiana, M.M. Untuk kegiatan hari kedua Rabu (30/12) acara diisi dengan kegiatan olahraga gembira, konseling trauma kedua disampaikan oleh Moh. Yunan Nasution, S.Psi. dari tingkat provinsi, dilanjutkan dengan acara menyanyi gembira, dan konseling trauma ketiga disampaikan oleh Drs. Adeng Zaenudin M.Pd. Untuk jadwal han Kamis (31/12) materi acara diisi arahan yang mengambil thema motifasi, yang disampaikan oleh Moh. Yunan Nasution, S.Psi., diteruskan dengan acara menyanyi gembira dan acara penutupan.

Libur Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009-2010

Alhamdulillah kegiatan belajar mengajar pada semester 1 di tahun pelajaran 2009-2010 sudah berakhir. Kami para pendidik di UPTD SMP Negeri 2 Bantarujeg kabupaten Majalengka telah melaksanakan penilaian hasil belajar kepada para siswa/peserta didik secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk pemberian tugas seperti pekerjaan rumah (PR), proyek, pengamatan dan produk, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan diakhiri dengan ulangan akhir semester (UAS) yang dilaksanakan pada tanggal 14 - 19 Desember 2009 yang lalu.


Adapun pembagian penilaian hasil belajar (buku rapor) pada semester ganjil tahun pelajaran 2009-2010 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Desember 2009. Dan libur akhir semester ganjil mulai tanggal 27 Desember 2009 sampai dengan tanggal 10 Januari 2010.

Khusus buat siswa kelas 9, pembagian buku rapor akan dibagikan kepada orangtua/wali murid dikarenakan ada sesuatu hal yang harus dimusyawarahkan bersama pihak sekolah. Untuk itu buat semua orangtua/wali murid kelas 9 ditunggu kehadirannya di kampus UPTD SMP Negeri 2 Bantarujeg tepat pada waktunya sebagaimana yang tercantum pada surat undangan.

Saya ucapkan selamat kepada para siswa yang meraih prestasi akademik dan buat buat siswa yang belum mendapat prestasi terbaiknya jangan berkecil hati tetap semangat dan yakinlah kamu juga bisa asalkan kamu berusaha untuk meraihnya.

Selamat menikmati liburan di akhir semester ganjil tahun pelajaran 2009-2010 sampai ketemu lagi di tahun 2010. Semoga di tahun mendatang prestasi kita akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Amin.

MGMP BERMUTU KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2009

Peningkatan profesionalisme guru melalui KKG (Kelompok Kerja Guru)/MGMP (Musyawarah Guru Mata pelajaran) adalah menjadi tanggung jawab guru, pengawas, dan Kepala Sekolah sebagai mitra kerja sehingga guru mampu memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogic, kepribadian, social dan kompetensi professional. Maka dalam rangka meningkatkan mutu profesionalisme guru mata pelajaran melalui pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata pelajaran), Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Majalengka melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) untuk guru mata pelajaran Yang tergabung dalam 4 Kelompok MGMP yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris SMP dari 5 Rayon MGMP yang ada di kabupaten Majalengka, tiap sekolah mengirimkan 4 orang guru yang mewakili 4 mata pelajaran tersebut. Program MGMP BERMUTU dimulai dengan kegiatan In-service Training yang dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2009 yang lalu di tingkat kabupaten dilanjutkan dengan kegiatan On-service Traning dengan cara melaksanakan MGMP rutin sebanyak 16 kali pertemuan di tiap MGMP rayon masing-masing. Sedangkan yang menjadi pematerinya adalah unsur Disdikbudpora, Pengawas dan Team Pemandu kabupaten atau DCT (District Core Team) yaitu guru-guru inti yang telah menerima pelatihan/diklat di tingkat nasional.




Program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading) adalah sebuah program Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) yang dimulai pada tahun
2008 sampai tahun 2013 yang dilaksanakan di 76 Kabupaten/Kota di 11 provinsi dan Kabupaten Majalengka adalah salah satu kabupaten yang disetujui untuk melaksanakan Program BERMUTU.

Latar belakang dilaksanakan Program BERMUTU adalah Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan guru untuk: (i) memiliki kualifikasi akademik minimum S1/D4;, (ii); memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; dan (iii) memiliki sertifikat pendidik. Agar guru dapat memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang diamanatkan pada UU tersebut diatas, maka guru harus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai upaya antara lain melalui pelatihan, penulisan karya tulis ilmiah, dan berbagai pertemuan di kelompok kerja atau forum (Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS), Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG), Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKKS), Forum Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (FKKPS)
Namun keberadaan kelompok kerja atau forum tersebut keberadaannya belum memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru. Berbagai kendala yang dihadapi oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas saat ini dalam usaha menciptakan kelompok kegiatan yang aktif dan efektif adalah sebagai berikut:
  • Manajemen kelompok kerja masih perlu ditingkatkan kualitasnya dalam upaya optimalisasi intensifikasi pembinaan kegiatan kelompok kerja;
  • Program-program kegiatan kelompok kerja masih kurang sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalitas guru, kepala sekolah, dan pengawas;
  • Dana pendukung operasional belum memadai dan kurang dimanfaatkan secara tepat;
  • Bervariasinya perhatian dan kontribusi pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terhadap program dan kegiatan kelompok kerja.

Oleh karena itu perlu upaya untuk merevitalisasi kelompok kerja tersebut agar aktivitas/kegiatan yang dilakukan oleh kelompok kerja atau forum tersebut dapat memberikan manfaat dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Hal tersebut di atas diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menumbuhkembangkan budaya pembelajaran yang berpusat pada sistem instruksional yang prima, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Program BERMUTU bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja guru. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan yang terwadahi dalam komponen 2 program BERMUTU. Program pada komponen 2 ini terkait dengan usaha memantapkan struktur pengembangan mutu guru pada tingkat lokal. Salah satu kegiatannya adalah pemberdayaan berbagai forum dan kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Dalam upaya pemberdayaan kelompok kerja atau kelompok kerja tersebut, program BERMUTU mengembangkan Model Belajar BERMUTU serta Paket Pembelajaran BERMUTU yang akan menjadi salah satu aktivitas utama dari kelompok kerja dan forum tersebut.

Model Belajar BERMUTU dikembangkan dan diimplementasikan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada guru-guru untuk terlibat dalam proses pengembangan profesional secara berkelanjutan melalui kegiatan KKG dan MGMP dengan menggunakan Paket Pembelajaran yang berkualitas. Secara khusus, Model Belajar BERMUTU ditujukan untuk dapat meningkatkan keterampilan guru dalam:

  1. melakukan penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan sebagai upaya untuk memahami proses belajar mengajar pada berbagai jenjang.
  2. mengembangkan kurikulum dan perencanaan pembelajaran sesuai dengan aturan yang berlaku bagi jenjang pendidikan dasar kelas awal, pendidikan dasar kelas tinggi, dan pendidikan menengah pertama. menambah wawasan bidang ilmu berdasarkan permasalahan keilmuan yang muncul dalam rangka penerapan kurikulum sekolah pada berbagai jenjang
  3. melaksanakan proses pembelajaran inovatif berbasis penelitian tindakan kelas dalam mata pelajaran di sekolah pada berbagai jenjang
  4. memanfaatkan beragam sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri, proses pembelajaran, dan sumber belajar mata pelajaran di sekolah pada berbagai jenjang.


Sumber: Panduan Pengelolaan Paket Pembelajaran BERMUTU Direktorat Pembinaan Diklat PMPTK

==========================
Technoraty claim: 5B89CHZ4VQES



Pengumuman Hasil UN SMP Negeri 2 Bantarujeg Majalengka

Rencana pengumuman hasil UN SD dan SMP pada hari Sabtu (20/06/2009) akhirnya jadi juga walaupun tidak seperti pengumuman hasil UN tahun-tahun sebelumnya yang diumumkan pada pagi hari. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya pihak sekolah menerima hasil UN dari Dinas Pendidikan pada malam hari dan pada esok harinya langsung diumumkan, untuk tahun ini terjadi pengunduran jadwal rapat Dakolun (Daftar Kolektif UN) yang dilaksanakan pada hari Sabtu. Sehingga kemungkinan pengumuman kelulusan baru bisa diumumkan pada hari Senin(22/06/2009). Pengunduran ini diduga akibat pengunduran pengumuman UN untuk SMK dan MA sehingga imbasnya pengumuman SMP juga ikut telat.

Kontan saja para siswa SMPN 2 Bantarujeg yang sudah menunggu sejak pagi terpaksa kecewa, karena sampai pukul 12.00 WIB belum mengetahui kejelasan kelulusannya akhirnya dengan perasaan kecewa mereka pulang kerumah masing-masing. Sekitar pukul 14.30 WIB Kepala SMPN 2 Bantarujeg Ending Supardi Putra, M.Pd. dan Wakasek bidang Kurikulum Drs. Bahrudin yang bersama kepala sekolah lainnya sedang berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka mengabarkan bahwa hasil UN sudah diterima, menurut beliau berdasarkan intruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Majalengka, pengumuman kelulusan SMP harus dilaksanakan secara serentak pada hari itu juga.

Segera setelah mendapat kabar tersebut kami guru-guru yang sedang berada di sekolah langsung mengontak para siswa melalui sms agar datang ke sekolah untuk menerima pengumuman secara langsung. Dan sekitar pukul 16.30 WIB akhirnya hasil UN SMPN 2 Bantarujeg diumumkan secara langsung kepada para siswa. Setiap siswa menerima sebuah amplop yang berisi keterangan yang menyatakan LULUS atau TIDAK LULUS. Dan hasilnya adalah dari 146 peserta Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Alhamdulillah LULUS 100%. Sehingga terjadi kenaikan dibandingkan dengan kelulusan tahun lalu yang hanya 99%.

Pengumuman hasil UN SMP tahun 2009 di beberapa daerah memang tidak seragam artinya pengumuman tersebut tidak dilakukan secara bersamaan meski pembagian Daftar Kolektif UN (Dakolun) diserahkan bersamaan pada hari Sabtu (20/06/2009) namun ada sekolah yang baru akan mengumumkan hasil UN pada siswanya pada hari Minggu dan Senin (22/06/2009) . Bukan hanya waktu yang berbeda, cara pengumuman hasil UN juga tidak seragam. Ada yang melalui pos, ada yang memanggil orang tua siswa ke sekolah dan ada juga yang langsung diberikan kepada siswa. Seperti yang dilaksanakan di SMPN 2 Bantarujeg yang diberikan secara langsung kepada siswa. Walaupun ini penuh resiko jika ada siswa tidak lulus tapi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya sampai saat ini belum pernah terjadi anak yang histeris ataupun mengamuk karena tidak lulus, keberadaan SMPN 2 Bantarujeg sangat kondusif bahkan para siswa yang lulus pun dalam mengekspresikan keberhasilannya dengan hal-hal yang wajar. Pihak sekolah melalui Pembina Kesiswaan dengan tegas melarang aksi corat-coret baju ataupun melakukan konvoi kendaran bermotor. Begitu juga Kepala Sekolah dalam arahannya mengatakan, dari pada baju seragam dicorat-coret, ada baiknya disumbangkan saja untuk adik-adik kelasnya yang mungkin saja sangat membutuhkan.

Akhirnya kami ucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi SMPN 2 Bantarujeg yang telah berhasil menempuh Ujian Nasional tahun 2009 jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT dan semoga tercapai apa-apa yang dicita-citakan. Amin